Jakarta – Polri telah mengambil langkah progresif dengan membuka peluang rekrutmen yang memberikan kesempatan lebih luas kepada santri dan hafiz Quran untuk menjadi bagian dari angkatan 2025. Kebijakan ini dianggap strategis mengingat pendidikan karakter yang diberikan di pondok pesantren dan bagi mereka yang telah menghafal Alquran.
“Merekrut polisi dari pondok pesantren memiliki beberapa keuntungan, antara lain pendidikan karakter pondok pesantren dikenal dengan pendidikan karakter yang kuat, sehingga para santri diharapkan memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik,” ungkap Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya.
Selain itu, ditekankan oleh Komjen Dedi bahwa santri memiliki disiplin yang tinggi, serta kemampuan adaptasi dan kerja sama yang optimal, yang sangat sesuai dengan tuntutan kerja di kepolisian. “Santri pondok pesantren terbiasa dengan disiplin yang ketat, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah dan prosedur dengan baik,” jelas Komjen Dedi, menegaskan pentingnya pembinaan karakter Polri yang dimulai dari proses rekrutmen.
Statisik rekrutmen santri dan hafiz Alquran dari tahun anggaran 2021 hingga 2024 telah menunjukkan keberhasilan program ini, dengan jumlah penerimaan yang konsisten setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas anggotanya melalui diversifikasi latar belakang pendidikan.
Dalam memastikan kualitas proses seleksi, Komjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa rekrutmen Polri telah memenuhi standar International Organization for Standardization ISO 9001:2015, yang merupakan manifestasi dari komitmen Polri dalam menjaga kualitas seleksi anggotanya. “Secara berkala Polri terus menjaga agar proses seleksi yang kami lakukan tetap memenuhi standar dan bahkan melebihi,” tutur Komjen Dedi.
SSDM Polri juga berkomitmen untuk menjaga prinsip-prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis dalam setiap proses rekrutmen, dengan evaluasi internal yang terus menerus dilakukan untuk pembenahan sistem.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa rekrutmen dari jalur santri merupakan program prioritas kepolisian, terutama dalam aspek pembentukan karakter anggota Polri yang matang. “Tentunya rekrutmen jalur santri ini menjadi salah satu program prioritas di kepolisian, karena kita ingin punya polisi yang tidak hanya paham tentang ilmu kepolisian, namun juga memiliki kematangan di dalam karakter kesehariannya,” ujar Jenderal Sigit di Munas dan Konbes NU.
Dengan iman yang kuat sebagai bekal yang didapat dari pendidikan santri, diharapkan anggota Polri berlatar belakang santri akan kuat dalam menghadapi berbagai godaan dan tantangan tugas. Hal ini menunjukkan komitmen dalam melanggengkan rekrutmen jalur santri yang dinilai esensial bagi kepolisian.
Pada akhirnya, dengan penerimaan santri Polri, rekrutmen ini tidak hanya meningkatkan standar rekrutmen kepolisian, tetapi juga menggarisbawahi kerjasama erat antara Polri dengan pondok pesantren dan NU dalam membangun kepolisian yang berintegritas dan profesional. “Terima kasih, kami mendapatkan rekrutmen-rekrutmen baru, anggota-anggota Polri baru yang bisa kita tampilkan di masyarakat menjadi polisi yang baik. Terima kasih kepada rekan-rekan NU dan pondok pesantren yang telah mendorong dan menjadi anggota Polri,” pungkas Jenderal Sigit dengan apresiasi.
Dengan langkah ini, Polri berharap dapat melahirkan generasi polisi yang tidak hanya cakap dalam bidang mereka, tetapi juga memiliki basis moral dan spiritual yang kuat, sejalan dengan nilai-nilai integritas bangsa.
Untuk informasi penerimaan polri tahun 2025, silahkan akses link penerimaan.polri.go.id